Secret Gym: Bebas Dipake (Ep. 7)

Malam setelah sesi kolam rendam yang penuh sensasi itu, Rian sudah tidak bisa tidur nyenyak. Dia berbaring di kasur tipis di kamar kos dekat gym, tapi setiap kali memejamkan mata, ingatan tentang lidah kasar yang menjilat lubang boolnya, aliran kencing hangat yang memenuhi dalamnya, dan erangan nikmat yang keluar dari mulutnya sendiri terus berputar. Boolnya terasa gatel terus, seperti ada yang menggelitik dari dalam. Rian menggeliat gelisah, tangannya tanpa sadar meraba belakang celana training-nya. “Kenapa gue jadi gini…” gumamnya pelan di kegelapan.

Pagi harinya, Riko menelepon Rian agar datang ke gym lebih awal. Riko sudah menyiapkan seragam lengkap: polo hitam ketat yang membalut badan slim muscle Rian dengan sempurna, dan celana jeans biru tua yang sudah digunting bolong besar di belakang, persis seperti miliknya sendiri. Bolongnya mulai dari pinggang sampai pertengahan paha, tanpa celana dalam.

“Pakai ini mulai hari ini,” kata Riko sambil nyengir mesum. “Lo sudah resmi satpam kedua. Tapi di gym ini, tugas utama kita bukan cuma jaga pintu.”

Rian memakai jeans bolong itu dengan tangan agak gemetar. Saat membungkuk untuk mengancingkan, angin langsung menyentuh lubang boolnya yang masih sensitif. Rian menggigit bibir, merasa gatal yang aneh lagi.

Sepanjang siang, Riko mengajari Rian cara menggoda member. Mereka berlatih di depan cermin besar. Riko nungging dalam, tangan menarik kedua pipi pantatnya lebar-lebar hingga lubangnya menganga jelas. “Begini caranya. Jangan langsung nungging terlalu dalam. Biar mereka penasaran dulu. Goyang pelan, tarik bolong jeans sendiri biar keliatan lubang lo. Mata lo harus mesum, senyum tipis, seolah bilang ‘ayo ambil aku’.”

Rian mencoba. Dia berdiri di depan rak handuk, membungkuk pura-pura membersihkan, lalu nungging pelan sambil menarik bolong jeans-nya. Lubang boolnya yang masih agak pink dan longgar langsung terlihat. Rian merasa malu tapi juga excited yang aneh. “Gimana Bang?” tanyanya pelan.

Riko tersenyum puas. “Bagus. Mulai sekrang lo praktek langsung. Tiap ada kuli masuk, lo nungging di tempat strategis. Biar mereka tergoda sendiri.”

Makin lama kuli-kuli datang dengan badan penuh keringat dan debu semen. Begitu pintu terbuka, Rian sudah berdiri di dekat rak barbel. Saat melihat tiga kuli masuk, ia langsung pura-pura membungkuk. Dia nungging dalam-dalam, tangan menarik bolong jeans, memperlihatkan lubang boolnya yang menganga sedikit.

Tiga kuli itu langsung berhenti. Andi nyengir lebar. “Wah, satpam baru juga bolong celananya. Mirip Riko banget.”

Rian tidak menjawab, hanya goyang pantat pelan. Andi mendekat, tangan kasarnya meremas pantat Rian. “Gatel ya lubang lo? Kemarin lo dicoba, sekarang pengen lagi?”

Rian mengangguk kecil, suaranya gemetar. “Iya Bang…”

Andi jongkok di belakangnya. Lidahnya langsung menjilat lubang bool Rian yang sensitif. Rian mengerang pelan, kakinya gemetar. “Ahh… Bang…” Dua kuli lain ikut mengerubung, bergantian menjilat dengan rakus, lidah mereka masuk ke dalam sambil menghisap. Rian hanya bisa mengerang dan goyang pantat, “Lebih dalam Bang… jilatin lagi…”

Setelah puas menjilat, Andi berdiri dan mengarahkan kontolnya. “Sekarang giliran kencing.” Aliran kencing panas muncrat ke dalam lubang Rian. Rian mengerang nikmat, perutnya terasa hangat. “Panas Bang… isi lagi…”

Kuli lain bergantian kencing ke dalamnya. Cairan kuning meluber keluar dan menetes ke lantai. Rian sudah tidak malu lagi. Dia goyang pantat pelan, “Terus Bang… kencingin dalem bool gue…”

Sepanjang hari, setiap kuli baru masuk, Rian melakukan ritual yang sama. Hampir semua tergoda. Mereka menjilat dulu, lalu kencing, dan beberapa langsung ngewe singkat sebelum creampie cepat dan melanjutkan latihan. Rian sudah tidak bisa berpikir jernih. Tiap kali dijilati ia mengerang, “Terus Bang… jilatin bool gue…” Tiap dikencingi ia menggoyang pantat, “Panas… isi lagi… gue suka…”

Riko yang sedang nungging di sisi lain gym melihat sambil tersenyum puas. Dia sengaja tidak ikut campur dulu, ingin Rian merasakan sendiri. Menjelang tengah malam, saat Rian sedang nungging di depan squat rack dengan dua kuli bergantian menjilati lubangnya, Riko mendekat dan berbisik, “Gimana? Masih gatel?”

Rian menoleh, matanya berkabut nafsu. “Masih Bang… malah tambah gatel. Gue… gue suka banget.”

Riko tersenyum lebar. “Bagus. Malam ini juga kita langsung mulai Turnamen Switch. Lo siap jadi salah satu mainan utama?”

Rian mengangguk pelan, suaranya bergetar karena lidah yang masih menjilat lubangnya. “Siap Bang… gue mau… gue mau semua kuli pake gue juga.”

Di kejauhan, beberapa kuli tertawa kasar. “Satpam baru sudah ketagihan juga rupanya!”

Semakin malam, Gym Iron Bull Exclusive sudah penuh sesak dengan hampir dua puluh kuli yang datang khusus. Lampu neon terang, kolam rendam kering di sudut semakin penuh dan baunya pekat. Riko dan Rian berdiri di tengah ruangan, keduanya memakai polo hitam ketat dan jeans bolong yang sama. Rian terlihat gugup tapi matanya sudah penuh nafsu. Lubang boolnya masih basah dan gatel dari sesi sebelumnya.

Riko berdiri di depan semua kuli dengan senyum mesum. “Malam ini Turnamen Switch. Ada dua kategori: Top dan Bottom. Yang menang Top boleh ngewe gue atau Rian tanpa batas waktu satu jam. Yang menang Bottom, gue atau Rian akan layani khusus selama tiga puluh menit. Siapa berani ikut?”

Para kuli langsung ribut bersorak. Banyak yang menunjuk Rian. “Satpam baru dari desa mau ikut juga? Lo berani jadi bottom ya?”

Rian wajahnya memerah, tapi ia mengangguk. “Gue… gue ikut Bang.”

Turnamen dimulai dengan kategori Top. Riko dan Rian nungging berdampingan di matras utama. Kuli-kuli bergantian ngewe mereka dengan brutal. Riko mengerang nikmat, “Lebih kenceng Bang… rusakin bool gue!” Rian awalnya kaku, tapi lama-lama ikut mengerang, “Ahh… dalemin… enak juga…”

Celotehan kasar beterbangan. “Liat tuh si Rian, tadi masih polos, sekarang goyang pantatnya!” “Satpam desa ternyata cepat belajar jadi pelacur!” “Bool lo longgar juga ya Rian? Baru dicoba, sekarang sudah ketagihan!”

Setelah sesi Top selesai, giliran kategori Bottom. Rian dipilih sebagai salah satu Bottom. Galih, kuli paling kekar, maju ke depan. Rian ditaruh doggy di matras. Galih memasukkan kontol tebalnya pelan-pelan. Rian mengerang keras, “Ahh… sakit Bang… pelan dulu…” Tapi Galih mendorong lebih dalam, “Lo tadi nungging godain kami, sekarang lo yang ngerasain. Longgarin lubang lo!”

Riko nungging di samping, juga sedang dientot. Ia berbisik ke Rian, “Nikmatin aja. Gue dulu juga gini. Sekarang lo sudah suka kan?”

Rian hanya mengerang, badannya gemetar. “Ahh… enak… lebih dalam Bang…” Para kuli mengejek keras. “Wah si Rian jerit-jerit lucu! Tadi sok jantan, sekarang jadi bottom murahan!” “Goyang pantat lo Rian!” “Lubang lo basah banget, pasti ketagihan kencing dan peju kami!”

Sesi Bottom semakin panas. Cakra dan Luki ikut ngewe Rian bergantian. Rian sekarang sudah liar. Ia goyang pinggulnya sendiri, “Lebih kenceng Bang… rusakin bool gue… gue suka!”

Riko tersenyum puas melihat Rian yang semakin terbuka.

Puncak malam itu adalah double penetration besar. Riko dan Rian nungging berdampingan. Dua kuli ngewe Riko, dua kuli lain ngewe Rian. Suara plok-plok basah memenuhi gym. Rian mengerang tanpa henti, “Ahh… penuh… gue… gue suka… lebih dalem!”

Para kuli mengejek tanpa ampun. “Liat tuh dua satpam binal nungging bareng! Bool mereka berdua jadi milik kita semua!” “Rian dari desa, sekarang jadi pelacur gym!”

Klimaks-nya adalah circle creampie massal. Riko dan Rian nungging di tengah, lubang mereka bersebelahan. Semua kuli bergantian creampie tanpa jeda. Peju putih kental meluber deras dari lubang keduanya. Setelah selesai, mereka berdua jongkok berdampingan, menarik kedua pipi pantat paling lebar di depan cermin besar.

Riko berbicara dengan suara serak puas, “Liatin… ini bool dua satpam yang udah rusak permanen. Malam ini kalian creampie kami berdua, kencingin kami, dan bahkan switch. Mulai besok, gym ini semakin bebas.”

Rian ikut bicara, suaranya gemetar tapi penuh nafsu, “Gue dari desa… sekarang gue juga milik gym. Bool gue… siap diisi kapan saja.”

Para kuli tepuk tangan kasar dan tertawa. Beberapa langsung kencing ke lubang Riko dan Rian yang masih menganga. Cairan kuning meluber deras ke lantai.

Malam itu Rian pulang dengan langkah goyang, lubang boolnya basah dan penuh, tapi senyumnya tidak hilang. Dia sudah tidak bisa kembali ke kehidupan polosnya dulu. Turnamen Switch berhasil mengubahnya sepenuhnya. Mulai besok, dua satpam binal akan semakin sering bekerja sama sebagai mainan utama gym Iron Bull Exclusive.

File tersedia dalam format .PDF (1.2 MB)

📥 DOWNLOAD FULL PDF (KLIK 2X)
Author: blue banana

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *