Setelah adegan liar di lorong, wajah Alvin sudah berantakan total. Sperma putih kental menetes dari dagu, bibir, dan dada montoknya yang putih. Reza mengusap kepala Alvin kasar sambil tersenyum puas.
“Kita lanjut ke kamar gue. Malam ini bool dower lo bakal kami hancurkan bareng sampai pagi.”
Keempat cowok kekar itu langsung mengangkat tubuh Alvin yang sudah lemas tak berdaya. Reza memegang bagian atas, Beni dan Cakra memegang kaki-kakinya, sementara Dika menampar pantat Alvin pelan sambil tertawa.
Mereka membawa Alvin menyusuri lorong menuju kamar Reza yang paling luas. Pintu langsung dikunci rapat dari dalam begitu masuk.
Begitu Alvin dilempar kasar ke kasur tipis dengan bau keringet dan pejuh yg menyengat, Reza langsung merenggangkan kedua kaki Alvin lebar-lebar hingga lututnya hampir menyentuh dada.
“Lonte bangsat! Lihat bool dower lo yang sudah becek ini,” ejek Reza sambil menampar paha dalam Alvin keras.
Alvin menggelinjang, matanya sayu penuh nafsu. Dengan suara serak dan genit dia langsung memohon, “Mas… tolong entot Alvin… bool Alvin sudah gatel… haus kontol besar kalian… Alvin lonte murahan… hajar Alvin malam ini…”
Beni tertawa kasar. “Anjing, dengar tuh. Lonte lo sudah minta sendiri.”
Reza menarik pinggang Alvin dan membalik tubuhnya hingga nungging tinggi di tengah kasur. “Nungging lebih tinggi, pelacur! Tunjukin lubang lo ke mereka.”
Alvin langsung nungging dalam-dalam, pantat montoknya terbuka lebar, lubang boolnya yang masih menganga dan meluber sperma terpampang jelas.
Cakra meludahi lubang Alvin dengan keras. Cuihhh! Dika ikut meludah. Cuihhh! Cuihhh!
“Terima ludah kami, lonte taik!” kata Beni sambil meludahi wajah Alvin berkali-kali.
Alvin mendesah mesum, menggoyang pantatnya. “Iya mas… ludahi bool Alvin… kasih ludah banyak… Alvin suka… tolong masukin kontol kalian sekarang… hancurkan lubang Alvin… Alvin haus kontol kuli… please… entot Alvin kasar…”
Reza menampar pantat Alvin keras sambil tertawa. “Dengar tuh, lonte haus kontol. Malam ini lo bakal kami pakai sampai lubang lo dower.”
Reza memegang kontol 26 cm-nya yang sudah ngaceng keras lalu langsung menusuk lubang Alvin tanpa ampun.
Plok!
Kontol besarnya masuk dalam sekali. Alvin menjerit keenakan. Reza langsung menggenjot kasar dari awal.
Plok plok plok plok!
“Lonte bangsat! Bool lo masih enak aja!” geram Reza sambil menghantam pantat Alvin dengan keras.
Beni tidak sabar. Dia naik ke kasur, memegang kepala Alvin dan memasukkan kontol tebal 22 cm-nya ke mulut Alvin. “Sepong kontol Mas Beni, pelacur!”
Alvin melayani dengan rakus tanpa malu lagi. Mulutnya penuh kontol Beni yang tebal, lidahnya menjilat dan mengisap batang berurat itu dengan penuh nafsu sementara lubang boolnya dihajar Reza tanpa henti dari belakang.
Plok plok plok plok!
Reza menggenjot semakin cepat, kontol 26 cm-nya keluar masuk di lubang yang sudah penuh pejuh, membuat bunyi plok plok plok yang basah dan mesum setiap kali paha kerasnya menghantam pantat montok Alvin.
“Enak banget bool dower lo, lonte bangsat!” geram Reza sambil menampar pantat Alvin keras.
Beni memegang kepala Alvin dan menggenjot mulutnya dalam-dalam. “Glok glok glok! Hisap lebih rakus, pelacur! Mulut lo enak banget, lebih enak dari memek bini gue!”
Cakra dan Dika berdiri di samping sambil mengocok kontol tebal mereka yang berurat, menunggu giliran dengan sabar sambil menatap tubuh Alvin yang digoyang-goyang oleh dua kontol sekaligus.
“Gantian gue,” kata Beni kasar. Dia menarik Alvin ke pangkuannya tanpa mencabut kontolnya dari mulut. Kontol tebal 22 cm-nya langsung menusuk lubang bool Alvin yang sudah penuh sperma Reza.
Plok plok plok plok!
Beni mengangkat pinggang Alvin dan menggenjot dari bawah dengan kuat, kontolnya menghantam dalam-dalam. “Enak banget bool dower lo… licin penuh sperma… lonte murahan! Lubang lo sekarang kayak pelacur kelas atas!”
Cakra maju dan memasukkan kontolnya yang tebal ke mulut Alvin yang sedang mendesah mesum. Dika ikut meremas dada montok Alvin sambil menampar putting pinknya keras berkali-kali.
Mereka bergantian mengentot lubang Alvin yang sudah sangat longgar. Setiap kali satu orang crot di dalam, lubangnya semakin becek dan meluber pejuh putih kental. Tapi mereka tidak peduli, terus memasukkan kontol mereka ke dalam lubang yang penuh campuran sperma.
“Uhh… ahh… lebih keras Bang… hancurkan bool Alvin… Alvin lonte bangsat kalian semua…” desah Alvin mesum tanpa henti, suaranya parau penuh kenikmatan.
Cakra yang sudah tidak sabar mendorong Reza, lalu memasukkan kontolnya yang tebal ke lubang Alvin yang penuh pejuh. Dia menggenjot ganas.
Plok plok plok plok!
“Anjing… lubangnya panas dan licin banget… penuh sperma lo semua!” erang Cakra sambil menghantam dalam-dalam. “Lonte taik! Bool lo sekarang longgar kayak memek pelacur!”
Dika menyusul setelah Cakra. Kontolnya yang tebal masuk dengan mudah ke lubang yang sudah rusak parah. Dia menggenjot brutal sambil menampar pantat Alvin berkali-kali.
Plak! Plak! Plak! Plak!
“Lonte taik! Bool lo sekarang milik kami berempat!” bentak Dika sambil menghantam sekuat tenaga. “Minta kontol lebih dalam, pelacur!”
Reza yang melihat lubang Alvin semakin menganga lebar dan penuh pejuh tidak tahan lagi. Matanya gelap penuh nafsu. Dia maju bersama Beni, keduanya berdiri di belakang Alvin yang masih nungging tinggi.
“Kita coba double fuck sekarang,” kata Reza dengan suara serak. “Bool dower lo bakal kami robek berdua, lonte bangsat.”
Beni nyengir ganas, kontol tebal 22 cm-nya yang berurat sudah ngaceng maksimal. Mereka berdua menekan kepala kontol mereka bersamaan ke lubang Alvin yang sudah longgar dan basah kuyup pejuh.
“Uaaahhh… sakit… gede banget… dua kontol sekaligus… hancurkan bool Alvin!!” jerit Alvin kesakitan. Lubangnya meregang ekstrem, terasa seperti mau robek. Air matanya mengalir deras, tubuhnya gemetar hebat.
Tapi meski kesakitan, pinggul Alvin malah mendorong ke belakang dengan rakus, meminta lebih dalam. “Ahh… ahh… masukin… robek bool Alvin… Alvin lonte haus kontol… hajar lebih keras!!”
Reza dan Beni mendorong bersama. Kepala dua kontol tebal masuk pelan tapi pasti ke dalam lubang yang sudah rusak.
Plok plok plok plok!
Dua kontol tebal bergerak bergantian dan kadang bersamaan di dalam lubang yang sudah menganga lebar. Setiap dorongan membuat pejuh lama meluber keluar dan membasahi paha mereka. Suara plok plok plok basah dan mesum memenuhi kamar.
“Anjing… bool lo sempit banget meski sudah longgar!” geram Reza sambil menghantam dalam-dalam. “Terima kontol kami berdua, lonte taik! Rasain dua kontol kuli sekaligus!”
Beni memegang pinggang Alvin kuat dan ikut menggenjot liar. “Enak banget… lubang lo panas dan licin penuh sperma… pelacur murahan! Bool dower lo sekarang benar-benar jadi milik kami!”
Alvin menjerit dan mendesah gila-gilaan, tubuhnya gemetar hebat seperti kesetanan. “Aaahhh… sakit… tapi enak… dua kontol gede… hancurkan perut Alvin… lebih dalem… lebih keras… Alvin mau robek… Alvin lonte bangsat kalian… entot terus… isi bool Alvin penuh!!”
Reza menampar pantat Alvin keras berkali-kali sambil terus menggenjot. “Dengar tuh, lonte haus kontol! Lo jerit-jerit minta kontol lebih banyak. Besok gue suruh semua kuli di kos ini gantian ngentotin lubang lo yang murahan ini!”
Mereka berdua semakin brutal. Kadang kontol mereka bergerak bersamaan, membuat lubang Alvin menganga sangat lebar hingga terlihat dalam. Pejuh lama terus meluber setiap kali mereka dorong masuk.
Alvin sudah benar-benar rusak. Matanya melotot, lidahnya terjulur, air liur menetes dari mulutnya. “Iya… hancurkan… isi bool Alvin dengan kontol besar… Alvin lonte haus kontol… lebih keras… lebih dalem… ahh… ahh!! Tolong crot di dalam… banjiri perut Alvin dengan pejuh!!”
Reza dan Beni menggenjot tanpa ampun, dua kontol tebal mereka menghajar lubang Alvin yang sudah benar-benar rusak parah. Suara jeritan dan desahan Alvin semakin liar memenuhi kamar.
Mereka terus mengentot tanpa ampun, bergantian dan beramai-ramai menggunakan lubang Alvin yang sudah rusak parah sepanjang malam.
Alvin sudah gila kenikmatan. Tubuhnya gemetar, dia crot berkali-kali tanpa disentuh, suaranya serak penuh nafsu.
“Entot terus… isi bool Alvin… kasih pejuh banyak-banyak… Alvin mau jadi lonte kalian… lonte kuli semua… ahh… ahh… lebih dalem!!”
Keempat cowok itu bergantian mengentot lubang Alvin tanpa ampun selama hampir dua jam. Mereka crot berkali-kali di dalam boolnya, di mulutnya, dan di dada montoknya. Sperma mengalir deras dari lubang Alvin yang sudah menganga lebar.
Akhirnya, setelah ronde terakhir, Reza melihat lubang Alvin yang benar-benar rusak. Menganga lebar, merah membara, dan penuh campuran pejuh kental dari keempat cowok.
Reza yang kepalang sange tidak bisa menahan diri. Dia mendorong yang lain, lalu menunduk dan langsung menempelkan mulutnya ke lubang Alvin yang penuh sperma.
Lidahnya menjilat rakus, menelan campuran pejuh mereka semua yang keluar dari lubang itu. Lidah Reza masuk dalam-dalam ke rongga bool Alvin, mengisap sisa-sisa sperma yang masih ada di dalam.
“Enak banget… bool habis kita pake… gue suka jilatin lubang lo yang penuh pejuh,” gumam Reza sambil lidahnya terus menjilat dan masuk keluar dari lubang yang menganga.
Alvin menggelinjang hebat, suaranya parau. “Ahh… Mas Reza… jilat bool Alvin… jilat yang penuh pejuh… enak… lidah Mas masuk dalem banget…”
Reza menjilat dengan rakus selama beberapa menit, menelan banyak sperma sebelum akhirnya bangkit dengan bibir basah. Dia menatap Alvin yang sudah hancur total di kasur.
“Malam ini baru permulaan, lonte. Mulai besok, lo resmi jadi lonte kos kami. Kapan pun kami mau, lo harus siap ngasih bool dower lo.”
Alvin hanya mengangguk lemah, tubuhnya remuk, wajah dan dada penuh sperma, lubang boolnya menganga lebar dan terus meluber pejuh. Suaranya serak hampir hilang, tapi masih mendesah pelan:
“Iya mas… Alvin lonte kalian semua… siap dientot kapan pun…”
Keempat cowok kekar itu tertawa puas melihat Alvin yang sudah benar-benar rusak dan kecanduan kontol mereka.
File tersedia dalam format .PDF (1.2 MB)
📥 DOWNLOAD FULL PDF (KLIK 2X)




Users Today : 34
Users Last 30 days : 1128
Total Users : 2075
Views Today : 126
Views Last 30 days : 4052
Total views : 8296
Who's Online : 2