Bonus foto buat kamu (tiap episode beda):
Setelah malam gila di bedeng kemarin, di mana Bima datang dengan jeans bolong lebar dan dijadikan pelacur oleh Doni, Putra, dan Dodi, nafsu Bima semakin tidak terkendali. Pagi ini, di proyek yang panas menyengat, Bima sudah benar-benar liar dan binal. Jeans lusuh kerjanya yang bolong parah di belakang semakin rusak. Bolongannya lebar sekali sehingga bool item kekarnya terpampang terbuka lebar sepanjang hari. Lubang pantatnya menganga, becek oleh keringet dan sisa-sisa malam sebelumnya.
Bima sudah memutuskan untuk melanjutkan permainan ini di tempat kerja. Tiap kali ada kesempatan, dia sengaja membungkuk dalam-dalam atau jongkok dengan pantat terangkat, memperlihatkan lubang pantatnya yang longgar dan basah kepada ketiga anak buahnya.
Dodi lewat duluan sambil membawa ember. Begitu melihat Bima membungkuk mengangkat besi, matanya langsung melebar.
“ANJINGGG!! Bang Bima?! Lubang pantat lo udah menganga parah dari pagi! Becek banget, Bangsat! Lo emang minta jadi toilet kuli ya sekarang?”
Bima menoleh ke belakang sambil tetap membungkuk dalam, pantatnya terangkat tinggi. Suaranya genit dan penuh nafsu.
“Kencing aja langsung di anus gue, Dodi. Isi memek pantat gue pake air kencing lo yang panas dan banyak. Gue mau lubang gue banjir seharian.”
Dodi tertawa kasar sambil langsung buka resleting celananya. “Lo gila Bang! Lo sekarang minta kencing di memek pantat lo tiap gue pipis?! Lo bot pelacur proyek kelas kakap! Terima air kencing gue, jalang murahan!”
Dodi tempelkan kontolnya ke lubang Bima yang menganga dan mulai kencing deras. Air panas muncrat langsung masuk ke dalam.
“Plok… plok… plok…” suara air kencing memenuhi lubang pantat Bima.
Dodi menggeram puas. “Minum pipis gue di dalem memek lo! Gue isi perut lo pake air kencing kuli bau keringet! Lo suka ya, Bang? Lubang pantat lo dijadikan toilet umum proyek! Liat, air kencing gue udah penuh di dalam!”
Tak lama kemudian Doni datang mendekat. Dia melihat air kuning keputihan sudah mulai menetes dari bolong jeans Bima.
“Gue juga mau kencing, Bang. Memek lo udah becek parah. Air kencing Dodi udah netes-netes dari bolong jeans lo.”
Bima goyang pantatnya pelan, suaranya merengek genit. “Masukin kontol lo, Doni. Kencingin dalem. Gue mau anus gue penuh air kencing kalian. Tiap gue angkat besi, kencing kalian bakal muncrat keluar dari memek gue yang longgar ini.”
Doni nyengir lebar, lalu tempelkan kontolnya dan kencing sambil ketawa kasar. “Pelacur gila! Lo toilet berjalan sekarang! Air kencing gue campur sama punya Dodi… lo suka rasanya ya, bot mesum? Memek pantat lo becek kayak memek pelacur murahan yang baru habis dientot! Plok… plok… plok…”
Putra yang kontolnya paling besar datang ketiga. Dia berhenti sejenak melihat lubang Bima yang sudah banjir.
“Gue juga mau kencing. Liat lubang lo… udah menganga dan banjir. Lo beneran minta jadi tempat kencing kami semua ya, Bang?”
Bima menjawab tanpa ragu, suaranya semakin serak karena nafsu. “Iya Putra… kontol lo gede, kencing lo pasti banyak. Isi memek pantat gue sampe meluber. Gue mau tiap angkat karung, air kencing kalian muncrat dari anus gue.”
Putra langsung maju dan kencing dengan pancaran super deras. “Terima ini, bot item! Air kencing gue paling banyak! Lo cuma lubang kencing umum proyek! Setiap gerak, memek pantat lo netes-netes air kencing kuli! Plok… plok… plok…”
Sepanjang pagi, setiap kali Bima mengangkat bahan bangunan atau jongkok, lubang pantatnya yang penuh air kencing langsung muncrat sedikit. Air kuning keputihan menetes dari bolong jeansnya, membasahi paha dan sepatu boot-nya. Bima malah semakin horny setiap kali merasakan cairan itu keluar.
Jam istirahat siang tiba. Ketiga kuli langsung menarik Bima ke belakang bedeng yang sepi, di antara tumpukan karung semen dan bata.
Dodi mendorong Bima ke atas tumpukan karung. “Sekarang istirahat, Bang. Lo siap dirojo? Kami mau isi memek pantat lo penuh pejuh buat persediaan protein lo seharian!”
Bima langsung nungging tinggi di atas karung semen, jeans bolongnya terbuka lebar. “Entot gue brutal! Rusak anus gue! Isi memek pantat gue penuh creampie kalian! Gue mau bawa sperma kalian di dalem sepanjang sore!”
Mereka langsung gaspol tanpa basa-basi.
Dodi ngentot duluan dengan ritme kasar. “Plok! Plok! Plok! Plok! Memek pantat lo udah longgar banget gara-gara air kencing kami! Lo suka ya, Bang? Dientot di proyek sambil jeans bolong?! Lo bot liar sekarang! Gue crot dalem biar sperma gue jadi camilan lo sore nanti!”
Doni ikut nimbrung sambil meremas pantat Bima. “Gue juga mau crot! Lo nampung peju kami ya, Bang? Anus lo jadi gudang protein kuli! Tiap haus, lo jilat creampie kami sendiri dari memek lo!”
Putra maju dan langsung double penetration bareng Dodi. Dua kontol tebal masuk bersamaan.
“AAHHH!! Dua kontol ngebor memek gue!! Dalem banget!!” jerit Bima.
Putra menggeram berat. “Rasain dua kontol ngebor memek pantat lo yang becek! Lo emang pelacur proyek! Lubang lo bakal banjir sperma kami! Plok! Plok! Plok! Plok!”
Bima jerit sambil minta lebih keras. “Lebih kenceng!! Rusak anus gue!! Isi memek pantat gue penuh pejuh!! Gue mau bawa creampie kalian seharian!!”
Mereka crot berturut-turut di dalam lubang Bima.
Dodi: “Terima pejuh gue, bot mesum!!”
Doni: “Campur sama punya gue! Lo nampung semua ya, Bangsat!”
Putra: “Ambil pejuh gue yang paling banyak! Anus lo sekarang penuh protein kuli!”
Lubang Bima menganga lebar, penuh creampie kental yang campur dengan air kencing pagi tadi, siap meleleh tiap kali Bima bergerak.
Setelah istirahat selesai, mereka kembali bekerja. Beberapa menit kemudian, Bima mulai haus. Dia sengaja membungkuk di pojokan proyek, di belakang tumpukan bata yang agak tersembunyi. Dia tarik pinggulnya sendiri dengan satu tangan, lubang pantatnya terbuka lebar, lalu mulai menjilat creampie yang meleleh dari anusnya sendiri.
“Slurp… slurp… slurp… Enak… rasa pejuh kalian… protein enak dari kontol kuli… gue minum sendiri…” gumam Bima sambil jilat lahap.
Dodi yang kebetulan lewat dan melihat langsung berhenti. Matanya melebar, kontolnya langsung ngaceng lagi.
“ANJIRRR!! Bang Bima?! Lo lagi jilat creampie sendiri dari memek pantat lo?! Lo haus banget ya, bot gila?! Gue liat lo jilat pejuh dan kencing yang kami kasih… sekarang gue ikutan pengen nyobain rasanya!”
Doni dan Putra yang mendengar langsung mendekat. Mereka berdiri mengelilingi Bima yang masih membungkuk dan sibuk menjilat.
Doni tertawa. “Liat ini… Bang Bima lagi minum creampie dari lubang pantatnya sendiri. Lo beneran pelacur mesum sekarang!”
Putra nyengir lebar. “Gue juga mau liat. Terusin jilat dulu, Bang. Kami mau tambahin kencing lagi biar lo punya stok yang lebih enak buat dijilat.”
Bima angkat muka sebentar. Bibirnya sudah belepotan creampie putih kental. Dia nyengir mesum. “Iya… tambahin kencing kalian… gue mau lubang gue banjir lagi… biar gue bisa jilat lebih banyak…”
Dodi langsung maju, buka resleting, dan kencing deras ke lubang Bima yang masih penuh creampie. “Terima tambahan air kencing gue, pelacur! Gue liat lo jilat creampie bikin gue horny lagi! Minum pipis gue yang baru, Bangsat! Campur sama pejuh kami yang lo nampung! Plok… plok… plok…”
Doni ikutan kencing dari sisi lain. “Gue tambahin juga! Lo suka jilat creampie sendiri ya? Sekarang kami isi lagi biar lo punya banyak buat dijilat sepanjang sore! Toilet pantat lo banjir total!”
Putra kencing paling deras dari belakang. “Air kencing gue paling banyak! Banjir memek pantat lo, bot item! Lo jilat semua nanti ya? Gue mau liat lo minum campuran pejuh sama kencing kami langsung dari lubang lo yang longgar!”
Air kencing panas ketiganya muncrat deras, campur dengan creampie yang sudah ada, membuat lubang Bima semakin becek dan meleleh deras.
Setelah mereka selesai kencing, Dodi langsung jongkok di samping Bima. “Gue ikutan nyobain… gue mau jilat juga!”
Dodi tempel lidahnya ke lubang Bima yang banjir creampie + air kencing baru, lalu menjilat lahap sambil ngorok. “Slurp… slurp… slurp… Enak banget… rasa pejuh gue sendiri campur air kencing… lo bikin gue ketagihan, Bang Bima!”
Doni dan Putra hanya nonton sambil nyengir, kontol mereka kembali tegang.
Doni: “Besok lo mau kami isi lebih sering lagi kan? Tiap jam kencing, tiap istirahat dirojo, dan tiap haus lo jilat creampie dari anus lo sendiri… atau kami yang jilat buat lo.”
Bima angkat muka, bibirnya belepotan putih-kuning, nyengir puas mesum. “Iya… besok lebih liar lagi… gue mau anus gue selalu penuh air kencing dan pejuh kalian… gue bot proyek kalian sekarang… pelacur tetap yang haus protein tiap saat.”
Sepanjang sore, tiap kali Bima mengangkat bahan bangunan, campuran creampie dan air kencing terus netes-netes dari bolong jeansnya. Dodi sesekali lewat dan nyengir, kadang ikut tambahin kencing kecil lagi hanya karena suka melihat Bima jilat sendiri dengan lahap.
Bima semakin liar, semakin binal, dan semakin ketagihan menjadi bot yang dihina, diisi, dan dijilat di tengah proyek yang panas.
File tersedia dalam format .PDF (1.2 MB)
📥 DOWNLOAD FULL PDF (KLIK 2X)




Users Today : 108
Users Last 30 days : 850
Total Users : 851
Views Today : 435
Views Last 30 days : 3843
Total views : 3844
Who's Online : 2